Saturday, 17 December 2011

Demi sebuah senyuman



Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kau harus berpura - pura tersenyum di depan orang yang telah melukai hatimu,

Jiwa seseorang tak ada yang tau kecuali yang Maha Pemberi Hidup, Bahkan demi sebuah senyuman seorang kekasih rela melepaskan pujaan hatinya untuk orang lain.

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrgggggggggghhhhhhhh!!!!




rasanya penat sekali otak ini, hatipun tak berdaya, mata tak kuasa membendung air mata.
Entah kenapa, rasanya begitu sulit untuk dilewati,
Walau berulang kali berusaha tersenyum di depan semua orang, tapi tetap saja air mata ini terjatuh. Sepertinya memang benar, hati adalah hal yang paling sulit untuk dikontrol. Perasaan tak menentu tanpa alasan terkadang sulit untuk diterka, apa yang akan terjadi selanjutnya...

My Lovely Dad said, "Selalu Ada harapan untuk mereka yang percaya bahwa Allah menyayangi-Nya, tersenyumlah untuk hari ini, esok, dan selamanya"

kata - kata itu menguatkanku, hingga detik ini, Aku tau ayah juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang, tapi Beliau terlalu sakit untuk mengatakan yang sejujurnya kepadaku...
Beliau begitu berarti, hingga semuanya tak ada gunanya jika dibanding beliau..

-------------------------------END-------------------------