Friday, 6 September 2013

untukmu


Aku masih termenung,
menatap siluet tubuhku terpantul oleh cahaya malam...
aku duduk merapat pada dinding dinding kamar kosku,
masih berusaha untuk menghapus air mataku...

Seperti sedang ketakutan,
segalanya mulai pudar, menghilang, dan rasa sakit itu hadir diantara keduanya
aku merintih dibalik slimut merah bataku, terisak seakan semuanya telah runtuh
--------------------------------------------------------------------------------

Entah kenapa, entah kenapa kamu selalu menjadi obat di setiap sakitku
entah sakit apapun itu, walau hanya sebatas kata "hai"

Entah, kenapa aku begitu takut kehilangan kamu,
begitu takut kamu pergi meninggalkanku,
mungkin karena selama ini, yang aku yakini hanyalah kamu
seseorang yang selalu menjadi tumpuan beban hidupku
seseorang yang selalu aku percaya akan selalu menjagaku
menjaga hatiku

aku masih belum mengerti bagaimana jadinya aku tanpa kamu
mungkin terlalu berlebihan rasanya, tapi itulah yang aku rasakan
yang selalu menjadi bayang bayang mengerikan ketika memikirkan
kau akan pergi meninggalkanku

Di sini aku, memandang lurus siluet senyummu dari pandanganku yang mulai pudar
masih tetap berdoa agar Tuhan selalu menjaga senyuman itu,
agar Tuhan senantiasa membahagiakan hatimu...
aku berterimakasih untukmu, untuk setiap kebahagiaan yang telah kamu beri untukku
untuk sesuatu yang sangat berharga yang tak akan sanggup aku membayarnya

Aku percaya padamu,
pada setiap ucapanmu, pada setiap hal yang telah kamu yakinkan kepadaku
walau sebatas kata, atau hanya sebaris dua baris kalimat
tapi aku begitu meyakininya...

Entah ada apa di masa depan,
apa yang akan terjadi di esok hari ketika mata kita terbuka kembali
kita tidak pernah tau apa rencanaNya,
tapi kamu harus tau, Tuhan selalu menjaga cinta yang tulus
yang menyertakan Dia di dalamnya...

Aku mencintaimu,
sangat mencintai
mungkin hanya itu yang mampu tertutur
tulus dari dalam hati....




-iin