Decision
Ponselku
kembali bergetar lagi, sama dengan seluruh hatiku yang terjebak dalam getaran
rasa yang begitu memusingkan kepala dan membolak balik jiwa. Sebuah pesan masuk
dengan sender bernama Fathir. Sebuah
pengakuan telah dibuatnya untukku. Jantungku terkejut dan melompat - lompat
kesana kemari dengan riang tapi air mataku mengalir dengan deras tanpa
bendungan. Dua perasaan tanpa ujung yang pasti datang padaku. Fathir merasakan
apa yang aku rasakan. Dia mencintaiku dan aku mencintainya, tapi bagaimana
dengan Deni? Apa aku harus melepasnya? Tapi kenapa Fathir tidak membuat sebuah
komitmen dalam jalan cinta ini? Aku hanya diam seribu bahasa tanpa tau langkah
mana yang harus kutuju.





.jpg)