Sunday, 10 June 2012

Let Go by Windhy Puspitadewi

Let Go
setiap cerita punya ruang sendiri di dalam hati


ini novel yang tadi malem tak baca temen2... mungkin bisa jadi rekomendasi,. ceritanya menyentuh hati banget,.. cerita anak2 remaja seusia kita.... check this out!

Sinopsis
kau tahu apa artinya kehilangan?
Yakinlah, kau tak akan pernah benar - benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya..

Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar. dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari mau tidak mau dia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat yang berbeda yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.

Nathan si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain dan Sarah cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya. 

Lagi - lagi Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini ia takuti. Kehilangan...


Bingung ya? Aku coba kupas step by step ah...

Tokoh
Caraka Pamungkas (Raka) : dia anak yang keras kepala, baik, dia tidak pernah memilih2 orang yang mau dia tolong, dia keren, dia anak yang penuh dengan kejutan dan dia amazing i think.. (favoritku hlo)

Nathaniel Irawan (Nathan) : dia juga favoritku,, sikap dinginnya dan sikap tegas sekaligus sadis.., dia sebenere perhatian yooo.. dia mengidap kanker otak..

Nadya : ketua kelas yang tegas ini selalu merasa dia bisa mengerjakan semuanya sendiri.. hahhaha dia cantik..

Sarah: cewek pemalu yang terlalu baik hati sama orang lain. gampang banget di manfaatin dan nggak tegaan...

Sekilas
Kisahnya sering kita alami,.. awalnya aku pikir itu hanya cerita persahabatan biasa, tapi ternyata aku sampai membatu membacanya.. menguras air mata di bagian akhir.. aku jadi tau apa yang selama ini terjadi padaku... Argh... mengenang banget...


Caraka pamungkas, seorang remaja yg selalu bilang "aku benci dia" ke orang yg bertanya tentang papanya. akibat ulahnya yg suka mencampuri urusan orang lain, dia dimasukkan (dihukum) oleh wali kelasnya kedalam kepengurusan majalah dinding sekolah, veritas.Secara tidak sengaja di majalah dinding itu, caraka atau yg akrab dipanggil raka bertemu dengan nathan, pengidap kanker otak yg sombong, nadya, sang ketua kelas yg jutek abis, dan juga sarah yg sangat pemalu. Akibat sebuah keterlibatannya yg mengharuskan dia untuk berkenalan dengannya, caraka menemukan arti dari sebuah kehilangan.

“Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya. Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Ketika wanita menangis, itu bukan karena dia ingin terlihat lemah melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura pura kuat”

“Kalau ada kupu-kupu yang terperangkap di sarang laba-laba, orang akan cenderung menolong kupu-kupu itu walaupun mungkin si laba-laba belum makan selama berhari-hari. Tapi bagaimana kalau yang terperangkap adalah ulat yang belum jadi kupu-kupu? Orang tetap menolong gak? Padahal keduanya sama. Di duniia ini memang harus cantik supaya ditolong”

“P.S jangan membenciku. Waktu terus berjalan, aku sudah mati, tapi kamu masih hidup. Tak perlu melihat masa lalu. Sungguh, nggak apa-apa bagiku kalau kelak kamu melupakanku. Biar aku saja yang mengingatmu, itu sudah lebih dari cukup bagiku”

“Aku bisa kehilangan seorang teman seperti itu dengan kematianku, tapi tidak dengan kematiannya”

satu lagi penulis favoriteku... Windhy Puspitadewi

Thanks to: Nurul Rahmi


Photo: take by my camdig.. :)