![]() |
| Ini bukan si Jambul, aku tdk menemukan fotonya, tapi dulu waktu kecil si jambul seperti ini |
Aku mengingatnya saat pertama aku menemukannya jatuh dari sangkarnya. Kala itu si jambul masih kecil sekali, bahkan belum bisa terbang dengan sayapnya. Aku mengambilnya dan berniat untuk mengembalikan kepada induknya. Namun induknya tidak pernah terlihat mengunjungi si Jambul. Beberapa kali aku berusaha melepas si jambul ke alam bebas, membiarkannya pergi dari sangkar. Namun dia selalu kembali dan enggan pergi. Aku bahkan mengingat bagaimana dulu dia aku biarkan latihan terbang di luar sangkar. Jujur aku tidak ingin mengambil kebebasannya sebagai seekor burung. Tapi si jambul selalu saja kembali. Hingga akhirnya waktu berlalu, dia selalu menyambutku dengan hangat setiap aku pulang ke rumah, setiap aku membawa makanan di dekatnya dia selalu rame seolah ingin aku membagi apa yang aku makan padanya. Tentu saja dia mau aku beri makanan makanan itu, dari kerupuk, roti, buah - buahan, bahkan susu anget pun dia mau.
