Friday, 2 October 2015

Pahlawan Sepanjang Masa

Ini adalah sebuah artikel yang saya buat dalam rangka mengikuti program "Made for Minds" dari my republic dalam sebuah blog competition. Kalian bisa join kompetisinya disini. Di luar dari ini sebuah artikel kompetisi, saya menulis artikel ini sebagai ucapan terimakasih untuk seluruh ibu di dunia. Made for minds, artikel ini memang dibuat untuk pikiran sesuai dengan programnya. Saya menulis tentang apa yang saya pikirkan. Pemikiran memang terkadang tidak sama, tapi satu hal yang membuat saya percaya bahwa kita satu pikiran adalah "ibu adalah pahlawan kita".

pahlawan/pah·la·wan/ n orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yg gagah berani;

kepahlawanan/ke·pah·la·wan·an/ n perihal sifat pahlawan (spt keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan)
ibu, pahlawan sepanjang masa
Pengertian di atas adalah arti pahlawan dalam kamus besar bahasa indonesia (kbbi). Menurut saya seseorang yang paling pantas menyandang gelar tersebut adalah seorang ibu. Ibu memiliki semua sifat kepahlawanan tersebut. Keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban dan kesatria adalah sifat yang tidak akan pernah tergantikan yang secara alamiah ada pada seorang ibu. Menjadi seorang ibu bukan hanya melahirkan secara biologis tapi karena sifat - sifatnya yang membuat hati kita entah kenapa begitu saja memahami.

Mungkin saja ada disaat - saat tertentu kita jengkel, atau bahkan sering sekali kita membentaknya, merasa tidak ingin ibu ikut campur urusan kita. Tapi kasih sayangnya tidak pernah berhenti, bahkan beribu kali kita berbuat yang tidak baik padanya, tetap saja tetap saja beliau memaafkannya, senantiasa mendoakan kita dengan tulus ikhlas, senantiasa mendukung kita, senantiasa percaya bahwa suatu hari nanti putra putri kecilnya akan menjadi orang yang berguna untuk lebih banyak orang.

Akhir - akhir ini banyak sekali berita yang beredar di media cetak maupun elektronik seperti internet ataupun smart tv tentang seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri dengan berbagai alasan. Tapi, saya yakin masih jauh lebih banyak berita positif tentang kasih sayang seorang ibu. Bahkan kita sendiri merasakannya. Ibu adalah wanita yang paling berjasa dalam hidup seorang anak dimanapun berada termasuk kita. Amat besarnya kasih sayang ibu untuk anaknya, tak mungkin dapat kita bayangkan dan perumpamaan seindah apapun mungkin tak akan sebanding dengan realita kasih sayang yang mereka berikan dengan tulus kepada kita.

Saya mengingat sebuah cerita ketika saya dilahirkan ke dunia ini. Keluarga saya tinggal di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota. Akses masuk ke desapun cukup susah kala itu, karena belum diperbaiki jalanannya. Saat ibu saya akan melahirkan saya, ayah dan beberapa laki - laki di kampung saya membawa ibu saya ke rumah sakit yang berada di kabupaten yang berjarak lebih dari 15 km dengan berjalan kaki. Karena kendaraan yang ada masih sepeda dan tidak memungkinkan untuk dinaiki wanita hamil yang akan melahirkan. Mereka membawa ibu saya dengan cara di masukkan ke dalam sarung dan dipikul dengan bambu.
kurang lebih seperti ini mungkin ya,
ini gambar saya dapat dari google images
Terbayang bagaimana ibu saya menahan sakit dan perjuangan beliau beserta orang - orang yang membantu kelahiran saya kala itu. Jika mengingat itu saja cukup membuat saya sadar bahwa ibu adalah pahlawan bagi hidup anak - anaknya. Cerita lainnya terjadi saat berusia 3 tahun saya sempat demam tinggi sekali, kemudian ibu menggendong saya menuju rumah seorang dokter yang terletak beberapa desa dari tempat saya. Kala itu sebelum subuh, ibu berlarian seorang diri karena ayah sedang bertugas di jakarta. Ibu membawa saya yang masih menangis karena panas tak kunjung turun. Entah sudah berapa kali ibu menyelamatkan hidup saya, tetap saja rasanya selalu tidak cukup untuk membalas semua hal yang telah beliau lakukan.

Setiap hari ibu selalu memasak, mencuci piring, mencuci baju, menjemur baju, menyetrika baju, membersihkan rumah, kemudian pergi ke sawah dan masih banyak lagi hal yang dilakukan oleh ibu seorang diri. Ketika saya ingin membantu ibu selalu melarang. Ibu ingin saya fokus pada pekerjaan saya saja. Saya cukup mengerti betapa lelahnya mengerjakan itu semua seorang diri. Tak jarang saya melihat rasa lelah itu datang menghampiri dan membuat ibu saya tertidur di depan tv kabel. Terkadang beberapa dari kita tidak menyadari rasa lelah tersebut. Bahkan sering sekali kita mengabaikan permintaan kecilnya seperti minta dibelikan sesuatu di warung atau minta di ambilkan sesuatu.

Ibu adalah wanita kuat yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga keluarganya agar tetap utuh. Membesarkan dan mendidik putra putrinya agar menjadi manusia yang berguna untuk masyarakat, bangsa dan negara. Tanpa adanya jasa seorang ibu yang begitu tulus tidak akan ada kita yang sekarang ada di dunia ini. Terimakasih ibu karenamu ada anakmu yang sekarang menulis artikel ini, karenamu anakmu ini memahami bagaimana seharusnya sebuah kehidupan. Untuk saling berbagi, menolong, memahami, menyayangi. Karenamu anakmu ini mengerti arti menjadi seorang pahlawan untuk hidup yang telah dimiliki. Suatu hari nanti anakmu ini akan membuatmu bangga bu, akan menjadi orang sukses yang beritanya akan ada di koran, tv kabel, internet dan dimanapun, dan akan menjadi manusia yang berguna untuk masyarakat bu, seperti pesan ibu.

Berikut ini saya sisipkan beberapa ibu hebat di dunia. 
Ibu Ida Ayu Nyoman Rai 
Beliau adalah ibu dari Bapak Proklamator kita, Ir. Soekarno. Dibalik orang sehebat Ir soekarno ada seorang ibu yang berperan serta dalam pembentukan karakter soekarno.

Ibu Siti Habibah 
Adalah ibunda dari bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berhasil memimpin Indonesia dalam 2 periode, 2004 - 2009 dan 2009 - 2014.

Ibu Sujiatmi Notomiharjo 
Ibunda dari Bapak Joko Widodo yang sekarang menjabat sebagai presiden RI.

Ibu Nancy Mattews 
Adalah ibu dari seorang ilmuwan dunia yang sangat terkenal dan hasil penemuannya masih kita gunakan hingga sekarang, Thomas Alva Edison. Beliau mendidik Edison dengan sabar dan gigih hingga berhasil. Karena beliau percaya bahwa putranya adalah anugerah yang istimewa dari Tuhan.

Ibu Fatmawati 
Beliau adalah Istri dari Bapak Proklamator kita, Ir Soekarno yang juga merupakan ibu dari presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

dan Ibu Kita tercinta
Ibu Saya Tercinta
Yang di sebelah kiri ini ibu saya, Ibu Masamah, pekerjaannya menjadi ibu rumah tangga dan bertani. Saya juga bangga pada beliau, karena beliau saya ada di dunia ini.

Diriwiyatkan oleh Abu Hurairah, seseorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata, ”Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?” Nabi menjawab, ”Ibumu!” Dan orang tersebut kembali bertanya, ”Kemudian siapa lagi?” Nabi menjawab, ”Ibumu!” Orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, ”Ibumu”. Orang tersebut bertanya kembali, ”Kemudian siapa lagi,” Nabi menjawab, ”Kemudian bapakmu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Di balik tokoh hebat ada sosok-sosok hebat pula, dan ibu menjadi yang utama. Maka dalam hal ini tidak ada alasan lagi untuk tidak menghormati, menyanyangi dan berbakti kepada ibu.

Ibu, pahlawan sepanjang masa. Terimakasih Ibu.